Chelsea mempersulit diri mereka sendiri dalam balapan 4 besar

Chelsea mempersulit diri mereka sendiri dalam balapan 4 besar

Hasil imbang tim Brighton 0-0 pada malam tanggal 20 April, Chelsea dengan 55 poin sebagai tim kelima West Ham dan satu poin di belakang Leicester.

Kai Havertz lolos dari cengkeraman pemain Brighton saat pertandingan di Stamford Bridge.  Foto: Reuters.

Kai Havertz lolos dari cengkeraman pemain Brighton saat pertandingan di Stamford Bridge. Gambar: Reuters.

* Kartu merah: Putih 90 ‘+ 2.

Chelsea memainkan babak ke-32 Liga Inggris, di tengah-tengah kerumunan yang mengelilingi pintu masuk Stamford Bridge untuk memprotes partisipasi tim di Liga Super. Kemacetan lalu lintas selama berjam-jam menyebabkan pertandingan terlambat 15 menit dari jadwal.

Tidak hanya pertandingan yang ditunda, guru dan siswa Thomas Tuchel juga tertinggal dari diri mereka sendiri minggu lalu, dalam memenangkan Man City di semifinal Piala FA. Meski menguasai bola hampir dua kali, kuartet penyerang Kai Havertz, Hakim Ziyech, Christian Pulisic, dan Mason Mount menciptakan beberapa peluang bersih. Satu-satunya situasi signifikan yang diciptakan tim tuan rumah di babak pertama adalah tembakan Havertz di kotak penalti menit ke-20, tetapi bola masuk ke posisi kanan gawang Brighton.

Permainan tak bernyawa terus ditampilkan oleh Chelsea untuk sisa waktu, bahkan saat Tuchel memperkuat peri Callum Hudson-Odoi, Timo Werner, dan di akhir pertandingan, Olivier Giroud. Statistik Opta menunjukkan bahwa Havertz, Ziyech dan Giroud masing-masing hanya menyentuh bola dua kali di area penalti Brighton. Werner tidak pernah melakukannya. Orang yang paling banyak menyentuh bola di area penalti Brighton, yang juga paling banyak menembak dalam pertandingan tersebut adalah Pulisic, dengan hanya tiga kali.

Para suporter dikepung oleh pintu gerbang, menyebabkan para pemain Chelsea kesulitan memasuki lapangan.  Foto: Reuters.

Para suporter dikepung oleh pintu gerbang, menyebabkan para pemain Chelsea kesulitan memasuki lapangan. Gambar: Reuters.

Dalam laga kabur tersebut, Chelsea bahkan nyaris harus kalah. Tiga belas menit sebelum waktu habis, Kurt Zouma kehilangan bola di depan kotak penalti, memberi kesempatan kepada Adam Lallana untuk memotong kakinya mendekati garis 16m50, dan menyempitkan bola ke tiang gawang.

Dua menit kemudian, giliran Jorginho yang melakukan kesalahan. Masih jarak dekat yang cepat di Brighton, bola sampai ke kaki Danny Welbeck. Mantan striker Man Utd mengamati dengan tenang, sebelum membanting ke pojok tinggi, membawa bola ke tiang.

Situasi penting terakhir adalah tim tamu Ben White menerima kartu kuning kedua. Namun, satu menit injury time tersisa tak cukup bagi Chelsea untuk mengoleksi tiga poin. Tim London hanya melompat ke urutan keempat, sama dengan West Ham di belakang, tetapi di belakang selisih, dan satu poin di belakang Leicester ketiga.

Selama tiga bulan memimpin Chelsea, Tuchel tampak jarang kebingungan. Namun di paruh kedua babak kedua, saat Brighton terus menciptakan bahaya, mata para guru Jerman sedikit cemas. Jika gagal mengamankan posisinya di 4 besar, eks pelatih PSG itu terancam dipecat.

Di babak berikutnya pada 24 April, Chelsea menendang derby London dengan West Ham, pesaing langsung tiket Liga Champions. Tiga hari kemudian, mereka menjadi tamu Real Madrid di leg pertama semifinal Liga Champions.

Pasukan

Chelsea: Kepa, Zouma, Christensen, Rudiger, James, Jorginho, Mount, Alonso (Hudson-Odoi 67 ‘), Ziyech (Giroud 77’), Havertz (Werner 67 ‘), Pulisic.

Brighton: Sanchez, White, Dunk, Webster, Veltman, Gross, Bissouma, Burn, Mac Allister (Maupay 74 ‘), Welbeck (Moder 86’), Trossard (Lallana 60 ‘).

Hoai No


  Informasi lebih lanjut  

Bandar W88 memberikan RP 50.000 gratis kepada orang-orang baru yang telah berhasil mendaftarkan akun untuk bermain taruhan olahraga, bermain kartu, lotre, … Kemenangan akan ditarik tunai ke rekening bank mereka.

Register for the link to receive RP 50,000

Link 1Link 2Link 3